KADER IPNU IPPNU STIT AL FATAH (STITAF) PENGGERAK ASWAJA DI KALANGAN MAHASISWA

Babat, 26 Oktober 2019. Pelajar Nahdlatul Ulama mempunyai tugas untuk terus menjadi motor pengerak paham Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja di lingkungan kampus. Karenanya, para penggiat NU di tingkatan Mahasiswa yakni Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) STIT AL FATAH menanggung tugas mulia ini. Hal itu disampaikan Rekan Falahudin ketua panitia pada Makestama (Masa Kesetiaan Anggota Mahasiswa) Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU dan IPPNU STIT AL FATAH Siman Sekaran, Jawa Timur.

Kegiatan berlangsung Sabtu-Minggu (26-27 Oktober 2019) di kantor MWC NU Laren Lamongan.  “Memperdalam Wawasan Keaswajaan Mahasiswa dengan Mengelar Makestama itu Tujuan Utama dari Terlaksananya Kaderisasi Formal Sebagai Anggota,” IPNU IPPNU merupakan bagian terpenting dari bagian Badan Otonom Nahdlatul Ulama. Masa depan NU tergantung dengan peran organisasi IPNU IPPNU di kampus yang notabenenya banyak aliran radikal yang menyerang para mahasiswa, dan dengan adanya organisasi IPNU IPPNU mampu menciptakan kegiatan kaderisasi yang dapat membentuk kader penggerak aswaja di kalangan mahasiswa. Ujar M. Reza Al Akhsan Ketua PKPT. IPNU STIT AL FATAH.

“Karena masa depan NU generasi muda yang akan datang harus melalui IPNU IPPNU di sini ada pengkaderan ada penggemblengan, karakter, budaya, akhlak, di samping ilmu pengetahuan,” Maka dari itu, masa depan Nahdlatul Ulama organisasi IPNU IPPNU ikut menentukan. kata Rekan Reza jika IPNU IPPNU berperan baik insyaAllah NU akan ada sampai hari kiamat. Tak hanya itu, Rekan Reza berpesan memasuki era 4.0 IPNU IPPNU harus tanggap dengan perkembangan zaman. “Jika IPNU IPPNU canggih tanggap dengan perkembangan zaman, sekarang memasuki era 4.0 insyaAllah jika tidak ketinggalan maka masa depan NU masih cerah,” katanya.

Rekanita Wiwin Setiowati ketua PC IPPNU BABAT mengungkapkan bahwa kader IPNU IPPNU wajib hukumnya mengikuti Kaderisasi Makesta, Lakmud, Lakut, karena dengan mengikuti Kaderisasi jati diri seorang kader itu akan terlihat dan perkembangan organisasi IPNU IPPNU kedepan ini pasti lebih baik. Di dalam Organisasi kalau administrasi adalah jantungnya organisasi maka Kaderisasi adalah Roh nya organisasi.

katanya Bapak H. Nur Zaini ketua Kampus STIT AL FATAH, mengingatkan kepada peserta Makestama untuk terus mengikuti kegiatan dengan semangat. “Makesta ini dipersiapkan sebagai fondasi kader NU yang memiliki bekal intelektual,” jelasnya. Dalam pandangannya, para aktivis NU harus naik tingkat tidak semata bisa mengumpulkan masa dalam jumlah besar. “Mengumpulkan masa bagi warga NU itu gampang, tapi mencetak kader intelektual itu tugas kita sekarang,” tegasnya. Selain itu, H. Nur Zaini memaparkan selayaknya sebagai IPNU IPPNU untuk memperkuat intelektual dan keaswajaan dengan lebih giat dalam Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa, agar kader IPNU IPPNU ke depan bisa menghadapi tantangan zaman dan bisa berkontribusi di manapun berada. (M. Reza Al Akhsan)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *