Peningkatan Kapasitas Penelitian Dosen STIT Al Fattah

Untuk yang kesekian kali Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Fattah menyelenggarakan kegiatan peningkatan mutu. Kali ini STIT Al Fattah melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), menyelenggarakan “Workshop Metode Penelitian Lanjutan”. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Febuari 2020 ini merupakan kerjasama antara P3M STIT Al Fattah dan LPPM Univesitas Billfath. Dalam kegiatan workshop kali ini, hadir sebagai pembicara dari IAIN Kediri, Dr. Moh. Asror Yusuf, M.Ag.  peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 41 orang yang terdiri dari dosen STIT Al Fattah, dosen Unirvesitas Billfath dan guru utusan dari unit se-Yayasan Pondok Pesanten Al Fattah.

Workshop dimulai dengan opening ceremony pada jam 09.30  WIB. Turut memberi sambutan Ketua STIT Al Fattah, H. Nur Zaini, M.S.I. dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya kegiatan ini.  Menurutnya, STIT Al Fattah berbenah sumber daya manusia, dalam hal ini dosen dan kegiatan workshop ini diselenggarakan dalam rangka agar meningkatkan ketrampilan dalam riset dosen. Mau tidak mau dosen harus melaksanakan tri dharma  pendidikan tinggi. Wakil Ketua ISNU Kab. Lamongan ini juga menambahkan kebijakan baru mas menteri, Nadiem tentang Kampus Merdeka, satu diantara kebijakan yang dibuat adalah hak mahasiswa  menempuh 3 semester di luar prodi. Kegiatan di luar kampus ini salah satunya adalah riset. Maka dosen sebagai pembimbing  wajib hukumnya menguasai   metodologi penelitian.  Sementara Sekretaris Univesitas Billfath, Suprapto, S.Ag. M.Pd. dalam sambutannya mewakili rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi dari MoU yang dilakukan oleh STIT Al Fattah dan Universitas Billfath. Menurutnya, dimulai dari kegiatan-kegiatan bersama ini pada akhirnya proses marger STIT Al Fattah dan Billfath akan semakin mudah.

Sesi pertama setelah opening ceremony, pemaparan materi metodologi penelitian kualitatif, berlangsung mulai dari jam 10.15. sesi yang dipandu oleh Khubni Maghfiotun, M.PdI sebagai moderator berlangsung dialogis sehingga forum tidak kaku dan tidak membosankan.  Peserta  workshop rata-rata menanyakan masalah-masalah atas rancangan penelitian yang sudah dibuatnya. Ada 11 dosen peserta workshop yang proposal penelitiannya lolos hibah penelitian Dikti. Sehingga diskusi lebih banyak dalam angka memperkuat  rancangan penelitian yang sudah dibuatnya.  Sesi pertama berakhir pada jam 12.30 WIB.

Sesi kedua, setelah isoma, masih dilanjutkan dengan diskusi intens antara peseta dengan pemateri. Dr. Moh. Asror Yusuf, satu satunya pemateri dalam kegiatan ini, memberi penjelasan secara gamblang atas pertanyaan-pertanyaan peserta. Dia juga menggunakan media papan tulis untuk mempertajam penjelasannya dengan mapping maupun contoh-contoh tabel. Alumni STIT Al Fattah angkatan 1998 ini juga sesekali menyampaikan pengalaman beberapa kali mengikuti short course metode penelitian, baik di dalam maupun di luar negeri. Dia juga berbagi tips untuk bisa lolos dalam penelitian kompetitif yang diadakan oleh Kementrian Agama RI. 

Sesi terakhir, pemamparan rancangan penelitian dari salah satu peserta. Diantara 11 rancangan penelitian  yang disiapkan peserta hanya 1 judul proposal yang kebagian waktu untuk disampaikan. Satu judul proposal penelitian itu adalah “ Kesantunan Berbahasa dalam Masyarakat Pesantren: Kajian Sosiopragmatik” yang disusun oleh Khumaidi Abdillah, M.Pd. Ketua III STIT Al Fattah yang juga dosen di Univesitas Billfath ini memapakan proposal penelitiannya dan mendapatkan tanggapan dan saran masukan dari sebagian peserta  dan juga dari pemateri. Workshop diakhiri pada jam 16.45  WIB. setelah penyerahan piagam dari ketua STIT Al Fattah kepada pemateri.  Suksesnya kegiatan  workshop kali ini tentu bekat pesiapan yang matang dan kerja sama baik panitia yang dikoordinir oleh Sukiyanto, S.Pd., MM., M.Pd. (ketua P3M STIT Al Fattah).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *